
082241669161

rsgmp@unsoed.ac.id

082241669161

rsgmp@unsoed.ac.id

Keselamatan pasien merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) Universitas Jenderal Soedirman. Setiap pasien berhak memperoleh pelayanan yang aman, bermutu, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Untuk mewujudkan hal tersebut, RSGMP Unsoed membangun dan mengembangkan budaya keselamatan rumah sakit yang melibatkan seluruh tenaga kesehatan, tenaga pendukung, mahasiswa, peserta didik, manajemen, pasien, dan keluarga pasien.
Budaya keselamatan bukan hanya sekadar kepatuhan terhadap prosedur, tetapi merupakan nilai, sikap, perilaku, dan komitmen bersama untuk mencegah terjadinya kesalahan serta meningkatkan keselamatan pasien secara berkelanjutan.
Budaya keselamatan adalah lingkungan organisasi yang mendorong seluruh individu untuk secara konsisten menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas dalam setiap aktivitas pelayanan.
Dalam budaya keselamatan, setiap orang memiliki peran untuk:
Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama.
Pelayanan kesehatan merupakan proses yang kompleks dan melibatkan banyak profesi, prosedur, teknologi, serta tahapan pelayanan. Kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai risiko apabila tidak dikelola dengan baik.
Budaya keselamatan membantu rumah sakit untuk:
Risiko dapat dikenali lebih awal sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan sebelum menimbulkan dampak terhadap pasien.
Keselamatan pasien merupakan salah satu fondasi utama mutu pelayanan kesehatan. Pelayanan yang aman akan mendukung terciptanya pelayanan yang efektif dan berkualitas.
Setiap individu didorong untuk menyampaikan kekhawatiran, risiko, maupun kejadian yang ditemukan tanpa rasa takut untuk menyampaikan informasi yang benar.
Insiden keselamatan pasien tidak hanya dipandang sebagai kesalahan individu, tetapi sebagai kesempatan untuk mengidentifikasi kelemahan sistem dan melakukan perbaikan.
Lingkungan pelayanan yang aman, terbuka, dan profesional akan meningkatkan kepercayaan pasien dan keluarga terhadap rumah sakit.
Setiap keputusan dan tindakan pelayanan harus mempertimbangkan keselamatan, kebutuhan, serta kepentingan pasien.
Informasi mengenai kondisi pasien, tindakan, risiko, maupun perubahan kondisi harus disampaikan secara jelas, tepat, lengkap, dan tepat waktu kepada pihak yang berkepentingan.
Keselamatan pasien membutuhkan kolaborasi berbagai profesi. Dokter gigi, dokter, perawat, tenaga kesehatan lainnya, tenaga administrasi, mahasiswa, peserta didik, dan seluruh unsur rumah sakit memiliki peran dalam menciptakan pelayanan yang aman.
Setiap insiden maupun kondisi yang berpotensi menimbulkan insiden perlu dilaporkan melalui mekanisme yang berlaku. Pelaporan bertujuan untuk belajar dan memperbaiki sistem, bukan semata-mata mencari siapa yang harus disalahkan.
Setiap kejadian menjadi bahan evaluasi untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Keselamatan tidak hanya bergantung pada kewaspadaan individu. Rumah sakit perlu membangun sistem, prosedur, lingkungan kerja, dan mekanisme pengendalian risiko yang mendukung perilaku aman.
Budaya keselamatan akan berhasil apabila seluruh unsur rumah sakit mengambil bagian.
Sebagai bagian dari lingkungan pendidikan klinis, mahasiswa dan peserta didik juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga keselamatan pasien dengan:
Pasien dan keluarga merupakan mitra penting dalam keselamatan. Pasien dan keluarga diharapkan:
Speak Up merupakan keberanian untuk menyampaikan pertanyaan, kekhawatiran, atau informasi ketika terdapat sesuatu yang dirasakan tidak aman. Di lingkungan RSGMP Unsoed, setiap orang didorong untuk berani berbicara demi keselamatan pasien.
Jangan ragu untuk:
Berbicara tentang keselamatan bukan mencari kesalahan. Berbicara adalah bentuk kepedulian.
Pelaporan merupakan salah satu komponen penting dalam membangun budaya keselamatan. Insiden, kondisi berisiko, maupun kejadian yang berpotensi menimbulkan cedera perlu disampaikan melalui mekanisme pelaporan yang telah ditetapkan rumah sakit.
Pelaporan membantu RSGMP Unsoed untuk:
Laporkan insiden. Pelajari penyebabnya. Perbaiki sistemnya. Cegah terulang kembali.
Budaya keselamatan dapat diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari, antara lain:
RSGMP Universitas Jenderal Soedirman berkomitmen untuk terus membangun lingkungan pelayanan dan pendidikan klinis yang aman, bermutu, profesional, humanis, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan sistem keselamatan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, komunikasi dan kerja sama tim, pelaporan serta pembelajaran dari insiden, pengelolaan risiko, dan peningkatan mutu secara berkelanjutan.
Budaya keselamatan merupakan perjalanan bersama. Setiap tindakan kecil yang dilakukan dengan benar dapat memberikan kontribusi besar terhadap keselamatan pasien.
Kenali risikonya.
Cegah kejadiannya.
Laporkan insidennya.
Pelajari penyebabnya.
Perbaiki sistemnya.
Keselamatan Pasien adalah Tanggung Jawab Kita Bersama.
Tinggalkan Balasan